Listen to this article

Bandar Lampung – Menjadi tenaga pendidik yang benar-benar mampu mendidik adalah perkara tidak mudah. Tak hanya berupaya mencetak generasi cerdas, seorang pendidik sejati juga harus mampu melahirkan generasi yang berkualitas, berintegritas dan berkarakter.

Cita-cita inilah yang senantiasa tertanam di hati Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Dr. Oki Dermawan, M.Pd. Dosen yang sekaligus menjabat sebagai sekretaris jurusan/prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) ini berbagi cerita tentang proses keberhasilannya menjadi sebagai tenaga pendidik di UIN.

Menurutnya kesuksesan yang hakiki tidak hanya berbicara pencapaian yang sifatnya duniawi, tetapi juga akhirat. Orang sukses kalau masih di dunia, kata dia, berarti dia belum finish.

“Istilahnya masih dalam perjalanan. Mengapa demikian? Kita itu bisa dibilang sukses ketika sudah mencapai Finish, sedangkan di dunia ini kita masih On The Way.mudah-mudahan kita bisa sampai di garis akhir (husnul khatimah),” ungkap Oki di kediamannya, Kamis, 8/7/2019.

Baca Juga Berita  Di Tangkap Polsek Kedaton Pelaku Jambret di Jalan Z.A Pagar Alam

Dosen yang menyelesaikan pendidikannya melalui jalur beasiswa sampai ke luar negeri tersebut menambahkan, kesuksesan sejati itu lebih panjang lagi sampai The Day After atau ke akhirat.

Untuk menjelaskan maksudnya, ia pun berbagi kisah hidupnya, dimana ia sempat dipermalukan di depan umum ketika masih menjadi mahasiswa dulu di salah satu universitas. Sejak saat itu ia berjanji jika kelak menjadi tenaga pendidik, ia tidak akan melakukan hal yang sama.

“Dulu saya pernah difitnah dan benar benar dibuat malu di khalayak umum. Lalu kepada dosen saya menyampaikan bahwa jika dikemudian hari saya sampai diposisi sebagai dosen seperti bapak sekarang ini saya berjanji tidak akan melakukan hal yang sama seperti yg bapak lakukan saat ini,” tutur Oki.

Baca Juga Berita  Club SSC Perbakin Lampung Latihan Menembak Bersama

Peristiwa tersebut memberikan pembelajaran yang terus diingatnya sampai saat ini. Ia bertekad untuk menjadi individu yang lebih baik hati. Hal ini ia buktikan selama dirinya menjadi dosen di perguruan tinggi berbasis Islam tersebut.

Dalam proses pembelajaran di kampus, ia terbuka dalam menerima kritikan, serta masukan baik dari mahasiswa maupun sesama rekan dosen. Ia juga bertekad untuk senantiasa mendekatkan diri kepada sang maha pencipta yaitu ALLAH SWT.

Ia berkeyakinan, jika seseoranf terus menebar kebaikan, menebar hal-hal yang positif Insya Allah semua akan mencapai garis Finish yang husnul khatimah.

“Pesan saya untuk semuanya terus membaca Al-Qur’an, berbakti kepada kedua orangtua, serta jangan lupa Sholat jangan sampai ditinggalkan,” pungkasnya (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here