Srikandi Dayasakti Siap Perjuamgkan Aspirasi Kaum Perempuan Melalui BPT

0
393
Listen to this article
Tulangbawang Barat (DF)- Pentingnya keterwakilan perempuan dalam BPT, merupakan salah satu upaya memunculkan kebijakan, program maupun kegiatan yang mampu menjawab kebutuhan strategis. Upaya menggerakkan perempuan dalam setiap tahapan pembangunan tiyuh/desa Hal ini mengundang kaum perempuan untuk mengabdi kepada negeri melalui keanggotaannya di badan permusyawaratan tiyuh (BPT. Demikian diungkapkan warga dayasakti Rosida (32)  melalui layanan WhatsApp pribadinya, Senin (19/8).
Dengan diberikan kesempatan minimal satu orang perempuan atau 10 persen keanggotaan BPT, saya siap memperjuangkan aspirasi kaum perempuan ,”kata Rosa.
Maka jika terpilih nantinya dirinya melalui kebijakan tiyuh akan turut serta dalam pembangunan mulai dari perencanaan, pengawasan hingga realisasi pembangunan.
“ hal ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dapat dimaknai sebagai peluang sekaligus tantangan, agar kebijakan tersebut dapat diimplementasikan dengan optimal. Salah satu bagian yang mendapatkan penekanan dalam Undang-Undang Desa yang baru ini adalah perlunya partisipasi, termasuk perempuan. Meskipun tidak mendapatkan pengaturan dalam norma-norma yang bersifat teknis dan jelas, namun perempuan mendapat perlakuan khusus dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di desa. Lalu bagaimana perempuan dapat berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa/tiyuh,”ujarnya.
Karena lanjut dia, secara umum, ruang-ruang partisipasi ini berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tiyuh. Kelompok perempuan harus mampu memastikan bahwa kegiatan yang bersentuhan dengan kepentingan kelompok perempuan masuk ke dalam agenda lembaga kemasyarakatan tiyuh dalam rangka mendukung pembangunan tiyuh  secara menyeluruh.
Wanita berparas cantik ini juga berupaya agar kelompok perempuan di tiyuh mampu berpartisipasi aktif dalam semua tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan maupun pemantauan & pengawasan pembangunan tiyuh.
“Oleh karena itu, perempuan harus memahami perencanaan dan penganggaran yang responsif gender, dan peran-peran apa yang dapat dilakukan dalam setiap tahapan pembangunan tiyuh.
Selain itu, perempuan diharapkan mampu memengaruhi kebijakan pembangunan tyuh, maka perempuan harus memiliki kemampuan bagaimana merumuskan isu dan menganalisis aktor. Selain itu ketrampilan melakukan lobi, dan bicara yang efektif menjadi sangat penting untuk mempengaruhi kebijakan tiyuh.(Gati Susanto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here