Listen to this article

PRINGSEWU–Sejumlah elemen yang tergabung pada wadah Forum Silaturahmi Masyarakat Pringsewu Bersatu (FSMPB) ziarah dan mengirim do’a serta tabur bunga kemakam para tokoh yang membidani lahirnya Kabupaten Pringsewu.

Hal itu sebagai refleksi dan menghargai jasa para tokoh pejuang pendahulu yang turut melahirkan Kabupaten Pringsewu yang kini sudah berusia 11 Tahun, tepatnya tanggal 3 April 2020.

Para tokoh pemekaran Kabupaten Pringsewu yang telah meninggal yakni H. Bambang Waluyo Utomo yang pernah menjabat Ketua Umum Panitia pemekaran Pembentukan Kabupaten Pringsewu (P3KP) dan M. Rifa’i (pernah Sekretaris P3KP), keduanya di makamkan di TPU KH. Gholib Pringsewu Barat.

Sedang tokoh H.Sugiri Syarif selaku Ketua Presedium Pusat P3KP dimakamkan di Al Azhar Memorial Park Karawang, Jawa Barat. Serta tokoh lain yang namanya tidak tercantum pada P3KP.

Pada agenda ziarah diawali dengan membaca do’a dipimpin oleh Ustadz Husein, berlanjut tabur bunga di makam H.Bambang WU dan M. Rifa’i, pada Sabtu (4/4/2020). Namun tetap mengedepankan jaga jarak sesuai anjuran terkait wabah Covid-19.

Baca Juga Berita  Saling Lapor ke Polisi Dugaan Penganiayaan oleh Calon Kakon Rantau Tijang

Imom Sutopo mantan Ketua Harian P3KP mengatakan, ritual ziarah kirim do’a dan tabur bunga kepada para tokoh pendiri Kabupaten Pringsewu itu bukan untuk mencari perhatian ataupun pencintraan.

“Ini kan hal yang wajar dan manusiawi. Kita harus selalu mengingat para pejuang kususnya yang melahirkan Kabupaten Pringsewu kendati hanya ziarah mengirim do’a dan tabur bunga,” ujarnya.

Dia menjelaskan, seharusnya agenda tersebut pada 3 April, sesuai dengan Hari Jadi Kabupaten Pringsewu 3 April 2009. Namun karena ada pertimbangan lain maka baru dilaksanakan sehari kemudian.

Imop Sutopo menambahkan, agenda ini oleh pihaknya akan dijadikan momentum rutin tahunan disetiap tanggal 3 April untuk ziarah mengirim do’a kepada pejuang pemekaran Kabupaten Pringsewu.

“Silahkan saja jika pemerintah daerah Pringsewu juga mengagendakannya,”imbuh Imop.

H.Beno selaku putra kedua dari Alm.H.Bambang WU didampingi adiknya H. Levi memberi apresiasi kepada elemen FSMPB yang telah mengirim do’a untuk orang tuanya.

Dia berharap kepada pemuda dan warga Pringsewu dapat mengikuti jejak Alm. H. Bambang yang sepak terjanganya diakui selalu berjuang untuk kepentingan masyarakat luas dan banyak buktinya.

Baca Juga Berita  Bupati Hadiri Acara Trisakti Tourism Award Tahun 2019 di Jakarta Convention Centre

“Mari bersama kita bersatu padu peduli berjuang untuk lebih memajukan Kabupaten Pringsewu ini yang usianya sudah 11 tahun ini,” harap H.Beno yang juga Ketua DPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pringsewu.

Sedang Sudiyono anggota DPRD Pringsewu dari Fraksi Gerindra mengakui bahwa Kabupaten Pringsewu kendati berusia 11 tahun, sudah terlihat kemajuan sejumlah pembangunan fisik kendati belum signifikan.

“Namun untuk kemajuan dalam segi administrasi Pemkab Pringsewu dinilai cukup bagus. Kedepan agar lebih ditingkatkan lagi,”pinta Sudiyono.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Pringsewu A. Andoyo mengharapkan sebagai refleksi 11 tahun usia Kabupaten Pringsewu agar pemerintah daerah memperhatikan masyarakatnya seperti permohonan untuk merealisasikan ruang terbuka hijau yang selama ini minim.

Sebab RTH itu dapat dipergunakan untuk bersantai, bersilaturahmi bahkan bisa juga sebagai ajang berbagai kreasi anak muda.”Jika ini diwujudkan pasti Pringsewu akan lebih ramai dan punya wajah. Terpenting lagi dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan,” imbuh Andoyo.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here