Pasien Splenomegali diSambangi Dinas Kesehatan Dan Beri Bantuan

0
395
Listen to this article

TULANG BAWANG – Sudah menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan Kabupaten Tulangbawang mengunjungi pasien anak gizi buruk bernama Zulia Hikmah yang dirawat di rumah sakit Penawar Medika, Kecamatan Banjar Margo, Selasa (04/08/2020).

Pasien mengidap penyakit Splenomegali. Splenomegali adalah kondisi pembesaran pada organ limpa yang bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit atau infeksi. Pada kondisi normal, limpa hanya berukuran 11-20 cm, dengan berat hingga 500 gram. Namun, pada penderita splenomegali, ukuran limpa bisa lebih dari 20 cm, dengan berat mencapai lebih dari 1 kilogram.

Kepala Dinas Kabupaten Tulangbawang, Fatoni, mengatakan, pasien tersebut sejak tiga tahun lalu sudah dalam pengawasan dan pengobatan pihak Puskesmas Makartitama, Kecamatan Gedungaji Baru. Menurut Fatoni, kunjungan Dinas Kesehatan terhadap pasien di rumah sakit swasta Penawar Medika tersebut guna memastikan penanganan pasien berjalan dengan baik dan maksimal.

Baca Juga Berita  Kunjungi Makodim 0426, Pangdam II/SWJ Berikan Wejangan.

Sebelumnya Dinas Kesehatan menawarkan kepada pihak keluarga agar pasien dirujuk ke RSUD Menggala. Bahkan, pihak dinkes akan menyiapkan Rumah Tunggu Keluarga (RTK) agar bisa mengurangi beban keluarga pasien saat menunggu pasien tersebut dirawat,” jelasnya.

Namun, lanjut Fatoni, keluarga pasien enggan membawa pasien ke RSUD Menggala. Pasien akhirnya di bawa ke rumah sakit swasta Penawar Medika. Dalam kunjungan itu, Dinas Kesehatan setempat juga memberikan bantuan uang tunai sebagai upaya mengurangi beban keluarga pasien.

Baca Juga Berita  Winarti Tinjau Wisata Alam 21 Sekaligus Serahkan Bantuan untuk Masjid

Hal ini merupakan bagian dari gotong-royong bergerak melayani warga, yang mana ini adalah program ibu bupati Tulangbawang Winarti,” tegasnya.

Fatoni juga menghimbau upaya Pencegahan Splenomegali  Untuk menghindari terjadinya splenomegali atau pembesaran limpa, ada baik untuk menjauhi pemicunya.  Pencegahan splenomegali bisa dilakukan dengan: 1. Mengurangi konsumsi alkohol untuk mencegah terjadinya sirosis hati 2. Melakukan vaksinasi ketika akan traveling ke lokasi yang rawan malaria 3. Gunakan sabuk pengaman saat berkendara untuk mencegah cidera pada limpa (sdi/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here