Tiga Oknum Pejabat DPRD Resmi Ditetapkan Tersangka

0
878
Listen to this article

BANDAR LAMPUNG – Praktik korupsi di Tulang Bawang tidak lagi dapat diisolir sebagai ekspresi niat jahat seseorang atau sekelompok orang untuk memperkaya diri mereka sendiri, melainkan telah  menjadi bagian yang integral dari system Penyelenggaraan Negara yang telah dijalankan oleh Pemerintah, Situasi korupsi seperti ini disebut sebagai korupsi sistemik.

Hasil pemeriksaan Lembaga Hukum sebagai alat timbang ukur kebenarannya, maka justru itulah kiranya kita menghargai niat APH sebagai lembaga penegak hukum, Akhirnya secara resmi menetapkan tiga oknum pejabat dilingkup sekretariat DPRD Kab. Tuba yang ber inisial Bn, Sb, Nd sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan Anggaran Tahun 2018-2019.

Baca Juga Berita  Jelang Puncak Malam Pergantian Tahun, Polres Lamtim Bersama Kodim 0429 Gelar Patroli Skala Besar

Dari ketiga tersangka, salah satunya mengajukan Pra-Peradilan, namun pengajuan tersebut Di tolak secara keseluruhan permohonannya hingga perkara tersebut dimenangkan Polda Lampung dalam putusan sidang.

Resminya penetapan tersangka oleh pihak Polda Lampung yang di perkuat oleh Pengadilan Negeri Tanjung Karang, dengan Putusan Vonis dari Majelis Hakim tertanggal 19 Agustus 2020 yang lalu yang berisikan Menolak Permohonan Pra-Peradilan secara keseluruhan yang di ajukan oleh pemohon dengan inisial Nd. Isi permohonan pra- peradilan bahwa tersangka Menolak status sebagai tersangka, beberapa point diantaranya menggugat proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Polda tidak sesuai prosedur hingga pada penetapan status tersangkanya.

Baca Juga Berita  Kerjasma Kodim 0426 dan Baznas Tuba Berhasil Membedah 6 Unit Rumah Tidak Layak Huni

Sementara Ketua LSM Gesit Tulang Bawang mengapresiasi keputusan Pengadilan tersebut serta memberikan dukungan sepenuhnya kepada APH Polda Lampung. Dalam kasus dugaan penyelewengan anggaran dan diduga telah melakukan tindakan kejahatan dengan Modus meminjam dana talangan untuk Intitusi Lembaga DPRD serta Menyalahgunakan Wewenang dalam jabatannya untuk membuat laporan fiktif.

Kita apresiasi ya keputusan itu dan kita tunggu dari pihak APH untuk aksinya mengeksekusi ketiga tersangka karena sudah resmi, munkin ada tersangka baru.. kita liat aja perkembangan selanjutnya.” tegasnya (sdi/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here