Petani Menjerit Pupuk Langka, Dinas Pertanian Menyangkal

0
855
Listen to this article

TULANG BAWANG – Pupuk subsidi pemberian Pemerintah Provinsi Lampung ke Kabupaten Tulangbawang turun menjadi 26,140 ton. Penurunan alokasi pupuk subsidi tahun ini disebakan adanya pandemi covid-19, meski turun Lampung tetap menjadi daerah nomor 4 mendapatkan kuota pupuk terbanyak. Rabu (3-2-2021)

Keterangan dari Kementerian Pertanian Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk pupuk subsidi dengan uraian tercatat pupuk urea naik Rp.450 dengan harga lama Rp 1.800 perkilogram menjadi Rp 2.250, kemudian pupuk ZA naik Rp.300 dari harga sebelumnya Rp 1.400 menjadi Rp 1.700, harga Sp36 naik dengan harga awal Rp. 400 dari sebelumnya Rp 2.000 menjadi Rp 2.400, sementara pupuk NPK tetap Rp 2.300 dan pupuk organik naik Rp 300 dari sebelumnya Rp 500 menjadi Rp 800.

Menurut salah satu petani berinisial SR warga Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas mengatakan, pupuk tersebut tidak ada dan kami terancam gagal panen apabila kondisi ini terus terjadi.

“Sulit banget kosong dan mahal, seperti harga pupuk merah (NPK Ponska) dengan harga Rp 215.000 dan kalau pupuk putih (urea) dihargai Rp. 160.000 persak, kalau beli sepasang putih dan merah dikenakan harga Rp 380.000 tetapi sudah mahal barang tidak ada,”keluhnya.

Baca Juga Berita  Bupati Tulang Bawang Ajak ASN Teguhkan Kembali Komitmen Kebangsaan.

Sementara, menurut investigasi dari media menemukan kejanggalan di Kampung Suka Makmur Kecamatan Penawar Aji bahwa pupuk tersebut dijual ke daerah lain. Toko material dan sembako sudah mengeluarkan satu rit mobil jenis L300 seberat 3 ton pupuk di kirim ke daerah rawa pitu, yang mana pemilik toko tersebut juga pengurus BUMDES dan E-Warung Desa.

“Itu tidak bisa di alokasikan ke daerah-daerah lain karena khusus untuk kampung suka makmur sesuai dengan kebutuhan petani kampung suka makmur sesuai dengan alokasi. Mengingat di desa suka makmur merupakan salah satu penerima alokasi pupuk terbesar mendapatkan 45-50 ton pertahun yang disesuaikan dengan rdkk,”jelas salah satu petani.

Masih menurutnya, “prosedur yang seharusnya ketua – ketua kelompok tani itu dipanggil sehingga masing-masing Poktan mengajukan kebutuhan pupuk yang disesuaikan dengan lahan mereka garap dan anehnya lagi banyak lahan sawah sudah beralih fungsi tapi jumlah pupuk tetap banyak” tambahnya.

Baca Juga Berita  Dampak Pembakaran Tebu DPRD Surati PT. Sweet Indo Lampung

Disisi lain, dari dinas pertanian melalui Kasi Pupuk, Pestisida dan Alsintan Irham mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada kelangkaan pupuk karena pupuk sudah memenuhi alokasi yang sesuai dengan rdkk. Yang mana salah syaratnya yaitu KTP dan KK petani sudah terdaftar serta memiliki tanah garapan.

“Jadi apabila ada petani yang tidak menerima pupuk subsidi itu dikarenakan tidak tertera di rdkk, untuk harga HET memang kemarin sempat ada kenaikan,”ujarnya

Pupuk tersebut berada di gudang lini 4 yang berada di bandar jaya, “kalo petani ingin mendapatkan pupuk dengan harga sesuai HET ambil sendiri pupuk itu ke bandar jaya, tapi harus musyawarah mereka. Sekali lagi saya tegaskan tidak ada yang namanya kelangkaan pupuk yang mengatakan langka tolong di cek di kiosnya liat namanya ada tidak dikios tersebut, yang ribut itu petani yang tidak masuk di rdkk,”tegas Irham.

“Kalian catat nama kelompoknya daerah mana nanti kita turun bersama-sama, karena ranah ini ada kp3,polres dan kejaksaan,”tutupnya.(sdi/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here