BPBD Tulang Bawang Lakukan Simulasi Penanganan Bencana Banjir Ditengah Pandemi Covid-19

0
115
Listen to this article

TULANG BAWANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulangbawang melakukan simulasi penanganan bencana banjir ditengah pandemi covid-19, bekerjasama dengan masyarakat kampung sadar bencana dan kampung siaga bencana. Acara tersebut digelar di tugu kelabat kota Menggala. Rabu (26/05/21)

Dalam acara yang dibuka langsung oleh Bupati Tulangbawang yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Firmansyah mengatakan, Simulasi bencana ini dilaksanakan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dan Surat Menteri dalam negeri tentang hari kesiap siagaan bencana yang dilaksanakan setiap tanggal 26 April.

Baca Juga Berita  Terlapor Penganiayaan Wartawan , Polisi diminta Profesional dan Segera Tentukan Status

“Tujuan simulasi penanganan bencana diantaranya untuk memberikan pengetahuan, meningkatkan kewaspadaan tentang bahaya bencana alam maupun non alam, serta mengecek kesiapan prosedur dan peralatan penanganan bencana alam dan mengurangi jumlah korban bila bencana alam yang sebenarnya terjadi,”ungkapnya

lebih lanjut, mengingat di Kabupaten Tulangbawang bencana alam yang perlu diantisipasi diantaranya bencana banjir yang rawan terjadi di 7 Kecamatan yaitu Menggala, Menggala Timur, Gedung Meneng, Dente Teladas, Rawa Pitu, Gedung Aji dan Penawar Aji, yang sering terjadi pada musim hujan akibat luapan sungai Tulangbawang.

Baca Juga Berita  Bupati Tulang Bawang Resmikan Rehab Dan Pembangunan Aula Kantor Persatuan Wartawan Indonesia

Pemerintah Kabupaten Tulangbawang telah akan terus berupaya bergerak cepat dalam melakukan antisipasi dan penanganan bencana, serta memberikan perhatian besar dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Termasuk diantaranya melalui Realisasi 25 Program Bergerak melayani Warga (BMW).

“saya mengajak semua masyarakat peduli dan berpartisipasi untuk selalu siap siaga dalam mengantisipasi dan menangani bencana, baik bencana alam seperti banjir, puting beliung dan lain-lain, maupun bencana non alam seperti pandemi Covid-19,”tutup Firmansyah (sdi/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here