Pendeta GPI dan Kapolres Tuba Angkat Bicara Mengenai Video Yang Beredar

0
147
Listen to this article

TULANG BAWANG – Terkait beredarnya video di media sosial (medsos) yang sudah viral, Pendeta GPI Tulangbawang Sopan Sidabutar memberikan pernyataan bahwa tidak terjadi persekusi ibadah Natal 2021 seperti yang terdapat di dalam video tersebut. Selasa (28-12-2021)

Dalam jumpa persnya di Mapolres Tulangbawang pendeta Sopan Sidabutar mengatakan, memang benar telah terjadi kesalahpahaman dengan tokoh masyarakat setempat sebelum pelaksanaan kegiatan ibadah. Namun kesalah persepsi tersebut dapat terselesaikan dengan baik sehingga ibadah perayaan natal tahun 2021 terlaksana sampai dengan selesai.

Ditempat yang sama, Kapolres Tulangbawang AKBP Hujra Soumena SIK, MH mengatakan, bahwa situasi kamtibmas di Kabupaten Tulangbawang sampai saat ini dalam keadaan kondusif, aman, rukun dan damai.

Baca Juga Berita  Relawan Berkumpul di Blora, Pastikan 2024 Tegak Lurus Kawal Jokowi

“Kerukunan antar suku dan agama di Kabupaten yang berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur ini sangatlah harmonis,” ucapnya.

Terkait permasalahan Gereja Pantekosta Indonesia (GPI) Tulangbawang yang berada di Kampung Banjar Agung, Kecamatan Banjar Agung, pada hari Sabtu (25/12/2021), anggota kami dari Polsek Banjar Agung bersama dengan anggota Dandim dari Koramil Banjar Agung telah melaksanakan pengamanan di gereja tersebut.

“Warga di sekitar lokasi gereja mempertanyakan perizinan yang dimiliki dan telah dilakukan langkah penyelesaian dengan mediasi oleh anggota Polsek dan Koramil yang ada saat itu,”papar AKBP Hujra.

Untuk itu, Kapolres mengucapkan terima kasih kepada pendeta Sopan Sidabutar dan seluruh jemaatnya, serta terlebih khusus kepada warga masyarakat Kampung Banjar Agung yang telah memberikan ruang dan waktu sehingga ibadah Natal 2021 di GPI Tulangbawang dapat berjalan hingga selesai.

Baca Juga Berita  Kunker Winarti Ke Kecamatan Rawajitu Selatan

“Berita provokatif yang sekarang ini lagi viral di media sosial, dapat saya katakan bahwa tidak ada persekusi dalam kegiatan ibadah Natal. Jadi Saya mengimbau kepada kita semua bahwa dampak negatif dari perkembangan era digitalisasi saat ini apabila kita tidak dewasa dalam menyikapi setiap berita yang diviralkan, maka ini akan berdampak buruk. Untuk itu kepada siapapun yang nanti memviralkan apapun yang sifatnya provokatif, saya imbau stop, termasuk warga kita baik itu yang ada di Kabupaten Tulangbawang maupun Provinsi Lampung, ataupun Se-Nusantara kita harus dewasa dalam menyikapi apapun informasi yang kita terima,”imbau Kapolres.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here