Otak Pelaku Pembantai Remaja di Way Tenong, Juga Yang Kerap Membully Korban

0
1204
Listen to this article

Lampung Barat Delik Fokus–  Akhir nya setelah Delapan bulan paska meninggal nya seorang remaja yang di temukan meninggal di sungai way kabul kelurahan Pajar Bulan Kecamatan Way Tenong pada januari 2022 lalu bisa di ungkap oleh jajaran Polsek Sumber Jaya Polres Lampung Barat.

Keberhasilan Polsek Sumber Jaya Polres Lampung Barat Dalam mengungkap kasus Pembunuhan (AP) banyak mendapatkan apresiasi dari seluruh elemen masyarakat khususnya yang berada di wilayah Polsek Sumber Jaya Polres Lampung Barat.

Kasus pembunuhan AP yang terjadi 8 bulan lalu berhasil diungkap oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Sumber Jaya bersama Tekab 308 Polres Lampung Barat dengan menetapkan 6 orang terduga pelaku yang saat ini sudah diamankan aparat penegak hukum,(05/08/2022).

Atas terungkapnya kasus pembunuhan tersebut, Polsek Sumber Jaya Polres Lampung Barat dibanjiri karangan bunga dari tokoh masyarakat sebagai ungkapan ucapan terima kasih kepada pihak Polri sehingga permasalahan tersebut menjadi terang benderang.

Di ketahui dari informasi yang di himpun dari Kapolres LampungBarat. AKBP, Sugeng Heri Priyantho, S.ik,MH, melalui Kapolsek Sumber Jaya Kompol Ery Hafri, SH,MH., Didampingi panit Reskrim Ipda Mahmudi SH menyampaikan,”Awalnya dulu kan itu penemuan mayat diduga tenggelam, keluarganya nggak mau dilakukan otopsi orang tuanya menolak untuk outopsi karena Almarhum AP tenggelam” tuturnya.

Kemudian setelah beberapa bulan berjalan kita terus lakukan penyelidikan.akhirnya beberapa bulan kemudian seiring berjalannya waktu keluarga korban mau membuat laporan lagi ke polsek sumber jaya, sehingga terungkaplah bahwa meninggalnya Arga di sungai way kabul itu ternyata itu bukan tenggelam melainkan per buatan yang disengaja secara bersama – sama dengan melakukan Kekerasan, penganiayaan sehingga menyebabkan matinya seseorang.

“Ternyata sengaja dibunuh motifnya sakit hati karena antara RO dan AP itu pernah ribut di sekolahan” kata Mahmudi.

Baca Juga Berita  Tindak Lanjut Dugaan Korupsi Dana Covid, Kejari Pringsewu Akan Periksa BPBD

Awal mulanya sebelum kejadian itu korban almarhum AP itu kan sering di-bully, dibilang ” “bencong ” oleh Pelaku RO,sedangkan korban AP adalah anak yg pendiem didalam kelasnya

Seminggu sebelum kejadian didalam kelas di SMPN 1 air hitam RO (otak pelaku) pada saat buly Korban AP habislah kesabarannya dan saat itu AP tidak terima, sehingga terjadilah ribut didalam kelas Korban AP menendang meja dan pelaku RO mendorong badan AP .

Lanjut Ipda Mahmudi, Kejadian tersebut diketahui oleh teman-teman sekolahnya, dan mereka sudah mengetahui semua bahwa memang yang salah itu RO karena R0 itu sudah terbiasa bully atau ngolok-olok AP dengan kata-kata ” bencong ” gitu, jadi teman-temannya didlm kelas pada membela AP.

Sehingga pada saat itulah (RO) tidak terima marah besar dan merasa terkucilkan dan sakit hati terlebih setelah kejadian ribut itu dipanggil guru BP kelas

“Timbul sakit hati terus dia ngadu ke kelompoknya yang bernama DM yg sekolah di SMPN 2 air hitam,dan akhirnya DM mengumpulkan kawan-kawannya dirumahnya RH yang berada di pekon Sidodadi Kecamatan air hitam” terangnya

Ahirnya timbullah perencanaan pada hari Senin dan Selasa untuk mencegat dan menghabisi AP di jembatan sungai way kabul kelurahan Pajar bulan kec.way Tenong. pada hari Selasa tanggal 25 Januari 2022 saat kawan-kawan RO sudah kumpul semua diantaranya DM,DK,TJ,ND dan RH sekira jam 14.00 wib,mereka beraksi pada saat hujan deras ke- 6 orang itu dengan mengendarai sepeda motor merk Jupiter Z milik RH dan sepeda motor merk Honda beat warna biru milik TJ dengan berboncengan satu motor tiga orang menuju jembatan sungai way kabul kelurahan Banjar bulan kecamatan Way Tenong.

Baca Juga Berita  Sukaisih : Terima Kasih Banyak Pak Nanang, Sekarang Anak Saya Sembuh

“Pada saat itu mereka mendapatkan informasi bahwa korban AP saat itu mau belanja COD dikelurahan Pajar bulan kec.way Tenong”

Kemudian dua orang jemput Ap pada saat itu AP berteduh di suka maju, saat hujan deras dua orang jemput yang 4 orang sudah nunggu di kebun kopi, Dua orang yang menjemput AP, waktu itu kehujanan langsung di bawa ke kebun kopi pinggiran sungai mereka sampai di sana itulah akhirnya di eksekusi AP hingga dibuang ke sungai.

Motif yang di lakukan pelaku, kembali ke motif tadi sakit hati, karena terjadi keributan antara ribut mulut atau berantem di kelas antara AP dan RO.

AP RO itu sama-sama satu sekolah,terus DP satu sekolah juga, tapi DP tidak kenal dengan RO tapi dia saudara sepupu dengan RO.

Sementara TJ itu anak tidak sekolah RP anak tidak sekolah serta tidak mengenal AP, selanjutnya DM, RAI itu anak Sekolah juga dan tidak mengenal AP.

“Kasus ini terbilang unik ,saya bilang unik tuh begini loh Itu kejadian pada bulan Januari 2022,sekitar tujuh bulan yang lalu. pada saat itu orang tuanya itu menduga bahwa si Arga ini meninggal karena tenggelam,sehingga pada saat itu menolak untk dilakukan Autopsi. Lalu seiring dengan berjalannya waktu krna banyak kejanggalan dlm kematian AP tiba-tiba orang tuanya berubah pikiran”kata Mahmudi.

“Meskipun diduga tenggelam tapi polisi kan tetap melakukan penyelidikan krna ini merupakan kewajiban Polri ” cetusnya.

Alhamdulillah berkat kerja keras team dalam waktu sebulan kasus ini dapat terbongkar setelah mengumpulkan dan menggali bahan keterangan dan informasi dari berbagai sumber. tutupnya.(Hari).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here